JOKOROWOTLOGOREJO
| -
Daftar | Masuk | Anggota
http://www.jokorowotlogorejo.com/
Berita Utama
.

Diam Lebih Baik Daripada...?

Kim Wong Cilik | Kalau ditanya, bisa nggak kita mengukur iman kita? Bisa nggak mengukur iman kita ini,sudah tinggi tingkatannya atau belum? Kalaupun kita bilang bisa, itu mulut kita yang bicara. Hati kita
bagaimana? Dan yang jelas, sebenarnya perlu atau tidak kita ngurusi imannya orang lain? Bukankah itu urusan orang tersebut dengan penciptanya? Memang bisa jadi ahli ibadah kadar imannya bagus, namun belum tentu juga orang yang tidak bisa mengaji kadar imannya lebih rendah.Kalaupun ingin menilai kadar iman orang lain, punya urusan apa kita?

Ada yang berkata bahwa orang beriman yang paling baik adalah yang paling baik akhlaknya. Dalam hubungannya dengan sesama, menurutku yang paling penting sebenarnya adalah akhlak. Yang orang lain
butuhkan adalah akhlak kita. Urusan akidah biarlah menjadi urusan sang pemilik hidup saja.
Rasulullah
SAW bersabda:"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah
ia berkata baik atau diam "(HR. Bukhari Muslim).
"Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya" (HR. Ahmad)"

Mungkin pernah kita temukan seseorang yang sangat rajin ibadahnya tidak hanya ibadah wajib, melainkan ibadah sunah shalat malam juga hampir tak pernah terlewatkan. Tapi orang ini senang sekali menggunjing, senang sekali mengadu domba teman-temannya. Nah, di sini lantas yang salah apanya? Apakah ibadahnya ada yang salah atau bagaimana?
Bukankah shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar?

Mungkin saja memang ibadahnya yang tidak melibatkan hati, atau mungkin juga dia hanya shalat ketika sedang shalat. Jadi dia tidak membawa shalatnya turut serta dalam urusan dunianya ketika dia selesai shalat. Kita sama sekali tidak bisa menilai.Untuk urusan ibadah lagi-lagi yang bisa menilai hanya Tuhan. Orang lain tidak butuh shalat kita, tapi baik tidaknya perkataan kita, baik tidaknya akhlak kita.

Ucapan yang tidak terjaga selain bisa menyakiti orang lain juga menjadi sumber dosa. Tidak hanya kata-kata kotor atau kasar, menggunjing kejelekan orang, ataupun berkata bohong saja, namun juga perkataan yang kita sendiri tidak tahu kebenarannya sehingga bisa menjadi fitnah yang menyakiti hati orang lain. Jadi jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam saja.

Untuk belajar menahan diri, mungkin
hadist berikut bisa mengingatkan kita.
Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, maka Allah akan tutupi keburukannya" (HR. Abu
Nuaim).
Bukankah kita sendiri juga punya keburukan? Jadi sebelum berkata buruk tentang orang lain, kita ingat saja hadist ini. Kita tidak ingin keburukan kita dibuka Allah dihadapan orang lain bukan?

Cari Uang Haram Susah Apalagi Yang Halal...?

Kim Wong Cilik | Judul diatas adalah pandangan bagi orang-orang yang belum melek. Orang yang terus-menerus merasa cemas bagaimana mendapatkan uang sehingga dilakukan dengan menempuh cara apapun. Ini berarti dia hanya menggunakan cara pandang dunia, cara pandang mata manusia, dan itu merupakan manusia yang sudah melupakan akhirat, melupakancara pandang Tuhan.

Cari Haram Susah Apalagi Uang Yang Halal
Beberapa hari yang lalu aku mengalami kejadian lucu. Sebuah penipuan kecil. Penipuan kok lucu? Ya, karena jumlahnya yang tidak seberapa, hanya uang sejumlah dua belas ribu rupiah. Uang
segitu mungkin hanya cukup untuk makan satu kali di warung sederhana. Beda
cerita lagi kalau yang hilang sampai ratusan ribu atau juta;an, itu baru nggak ada lucu-nya sama sekali, hehe

Bermula sekitar jam sebelas pagi
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu setengah baya di depan pasar setengah berteriak mengucapkan salam. Setelah kutemui dia bercerita kalau baru saja menyerempet seorang anak dengan motornya.
Kemudian dia bilang mau pinjam uang, soalnya uang yang dia bawa kurang untuk ganti rugi. Katanya akan dikembalikan segera setelah dia pulang ke rumah untuk mengambil uang.

Dasar otak ku yang lagi lemot, aku sama sekali tidak menaruh curiga.
Aku mengiyakan saja dan bergegas mengambil uang. Baru setelah teman kerjaku tanya,apa mau dikasih padahal nggak kenal? Kasih lima ribu saja, sarannya. Aku baru mikir, iya ya; jangan-jangan penipu. Tapi alih-alih merasa marah karena hendak ditipu, aku justru merasa kasihan. Eh, ini aneh juga ya, mau ditipu tapi malah merasa kasihan pada yang akan menipu. Jangan-jangan, otakku perlu direparasi, hehe;
Akhirnya tetap kuberikan padanya uang sejumlah yang dia minta, dua belas ribu rupiah. Sambil tetap berharap semoga kecurigaanku salah. Semoga wanita ini memang jujur, dan benar-benar membutuhkan pertolongan.

Kemudian ternyata sampai sore aku pulang kerja, wanita itu sama sekali tidak kembali. Namun aku sama sekali tidak merasakan penyesalan. Justru membuatku kembali berpikir, apakah wanita itu memang benar-benar kepepet sehingga menggunakan cara seperti itu?
Tidak adakah sama sekali cara lain yang baik untuk mendapatkan uang? Padahal melihat dari penampilannya, dia tidak seperti orang yang kekurangan. Apalagi dia membawa motor. Ah, entahlah; yang jelas aku yakin Tuhan tidak akan pernah salah membagikan rejeki pada hambanya.

Aku percaya, apapun yang diambil orang dari kita, jika memang itu hak kita, maka akan dikembalikan
Karena aku sangat percaya Tuhan Membagi dan Mengambil Rejeki hambanya dgn cara sudah ia tentukan,
Tuhan dengan cara lain juga yang tidak kita duga-duga. Bahkan dengan cara yang tidak kita sadari.
Apalagi rejeki yang sebenarnya tidak hanya dalam bentuk uang saja.

Makanya, aku sama sekali tidak memahami jalan pikiran para koruptor pemakan uang Negara yang selalu menghiasi layar kaca. Untuk apa dipandang terhormat dimata manusia karena berlimpah harta
namun rendah di mata Tuhan yang Maha Kuasa? Bukankah orang hidup itu intinya adalah Inna lillahi wa inna ilaihi raji;un? kepadaNya lah kita nanti akan kembali.
Kita tidak bisa lari dan mengelak. Mencari dunia itu baik asalkan dengan cara yang baik, dan mempergunakannya dengan baik dan bijak pula. Maka tidak perlulah kemrungsung akan
dunia. Yang paling utama Allah selalu meridhoi segala langkah kita. Itu sudah cukup.
( Tulisan Di Atas Hanyalah Ilustrasi Semata )

Bila Derajat Kita Di Bandingkan Drajat Orang Gila

KIM Wong Cilik | Bila Derajat Kita Di Bandingkan Drajat Orang Gila
Yang dimaksud dengan orang gila di sini adalah istilah yang sering digunakan di masyarakat untuk
menyatakan orang yang tidak sehat akalnya, tidak waras, atau berperilaku sangat
aneh. Di lingkungan dunia medis lebih sering digunakan istilah gangguan jiwa

Sedangkan Cara pandang kebanyakan orang,
menempatkan orang gila sebagai manusia yang mempunyai derajat paling rendah.
Orang gila tidak bisa mempergunakan akalnya sehingga bisa dikatakan, jangankan
untuk mengerti norma dan sopan santun, bahkan telanjang di tempat umum pun
mereka tidak malu dan tetap terlihat cuek ( Karena Dia Orang Gila )

Kalau begitu, jelas derajat kita lebih tinggi dong? Masak dibandingkan kok dengan orang gila...? Namun cara pandang lain bisa meletakkan lebih mending orang gila daripada manusia normal

Cara pandang yang satu ini menemukan bahwa orang gila sangat mungkin lebih baik daripada manusia normal. Misalnya masih lebih baik orang gila, yang tidak mungkin merampok, korupsi, atau menyakiti hati orang. Masih mending orang gila, yang tidak mungkin dengki, iri atau baik kepada orang lain hanya karena ada kepentingan. Sedangkan manusia normal bisa berkemungkinan melakukan segala hal tersebut. Makanya manusia normal bisa lebih baik dari orang gila, bisa juga lebih rendah dari orang gila.

Orang gila tidak berkewajiban sholat, puasa, dan ibadah-ibadah wajib yang lain. Sedanangkan manusia normal beragama islam yang memiliki kewajiban untuk beribadah, masih sangat mungkin melakukannya setengah hati bahkan melalaikannya. Maka bukankah masih mending orang gila yang tidak berdosa karena tidak beribadah daripada manusia normal yang dosanya bertumpuk-tumpuk ketika sering melalaikan ibadah?

Namun disini bukan berarti mending jadi gila saja daripada normal. Bagaimanapun juga manusia normal masih berkesempatan menabung amal sholeh untuk memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Kita hanya cukup mengambil pelajaran, jangan sampai kita berperilaku yang membuat kita memiliki derajat lebih rendah dari orang gila. ( Hanyala Cerminan Hidup )

Pekerjaan Terhebat dan Mulia Kaum Perempuan

Kim Wong Cilik | Ketika aku bertemu dengan teman lama, seorang perempuan yang sudah menikah, memiliki anak dan menjadi ibu rumah tangga, seringkali ketika ditanya tentang kesibukannya
sehari-hari dia menjawab, aku cuma ibu rumah tangga biasa, dengan agak malu-malu.
Kata-kata dan biasa seolah mengisyaratkan keminderannya karena tidak
bekerja di luar rumah dan menghasilkan  uang.
Aduh kawanku kau punya pekerjaan paling hebat, terhormat, dan paling mulia di
dunia ini, mengapa lantas merasa rendah diri dan malu?

Apalagi ketika teman tersebut
memiliki pendidikan S1 atau S2 dan menjadi ibu rumah tangga, tidak sedikit mereka
yang berpendapat sia-sia saja dia sekolah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya menjadi ibu rumah tangga

Seorang ibu sangat berperan besar
dalam pembentukan watak seorang anak. Bahkan menurut M. Quraish Shihab dalam
bukunya yang berjudul "Perempuan, mau
atau tidak mau, suka atau tidak, pandai atau bodoh, perempuan adalah pembentuk
watak. Dia adalah sekolah yang, bila disiapkan dengan baik, akan melahirkan
manusia unggul, bahkan generasi yang tangguh dan luhur. Kalau tidak
dipersiapkan atau tidak siap, perempuan akan menghasilkan manusia-manusia yang
tidak berguna, bahkan berbahaya bagi masyarakatnya.

Sebegitu besar dan pentingnya
peran seorang ibu bagi pembentukan karakter anak, disamping peran seorang ayah
dan lingkungan tentu saja. Seorang ibu, bagaimanapun juga adalah tempat
pertamakali seorang anak belajar. Seorang ibu yang bekerja di luar rumah pun
harus memiliki prioritas. Bayangkan jika seorang ibu lebih menitikberatkan
pekerjaannya diluar rumah daripada urusan rumah tangganya, entah apa yang akan
terjadi pada anak dan rumah tangganya kelak.

Lagipula mengurus anak dan rumah
bisa jadi lebih berat dan melelahkan jika dibandingkan dengan bekerja di luar
rumah. Makanya pekerjaan menjadi ibu rumah tangga tidak bisa disepelekan. Apalagi
tidak sepeserpun dia menerima gaji atas pekerjaannya itu. Pekerjaan yang
dilakukannya hanyalah berlandaskan rasa cinta dan takwa. Lihat.. betapa
mulianya seorang ibu rumah tangga. Jadi jika kau seorang ibu rumah tangga,
katakanlah dengan penuh percaya diri dan kepala terangkat. Karena yang kau
lakukan itu adalah pekerjaan yang sangat hebat dan mulia. Tidak sepantasnya
merasa malu atau minder, kawan.

Renungan Hati Wong Cilik

Kim Wong Cilik | Renunganku : Aku bukanlah pejabat publik yang mempunyai pengaruh di tengah-tengah masyarakat,tapi aku hanyalah seorang manusia lumrah yang berada di tengah-tengah masyarakat sekitar ku, kadang aku menjadi masalah karena kenakalan ku sebagai reaksi anak muda yang sering bertindak tanpa berpikir lebih jauh dulu...kadang juga aku menjadi solusi buat masyarakat karena kelebihan ku walaupun aku hanya bisa membuat mereka tertawa karena kekocakan ku...

 Aku juga bukanlah orang kaya yang selalu memegang uang dan memiliki berbagai fasilitas yang bisa mengangkat reputasi ku di tengah tengah masyarakat karena harta ku. jadi ketika aku tampil di tengah masyarakat bukan karena harta ku atau embel-embel yang ku sandang tetapi karena pribadi ku sendiri...

Aku juga bukanlah orang penting yang selalu di cari orang orang yang punya kepentingan.. justru malah akulah yang selalu mencari orang orang penting di masyarakat ku dengan harapan aku bisa pelajari kenapa mereka menjadi orang penting di masyarakat ku,itu pun aku banyak kecelik karena banyak ku temui mereka dia ngggap penting karena hartanya...derajat keluarganya atau bahkan karena mereka punya sesuatu (klenik)yang menjadikan mereka menjadi penting.... dan yang ku cari bukan yang seperti itu...

Semua orang yang mengenal ku tahu persis kalau aku bukanlah ustadz lebih lebih kyai yang selalu membawa dalil dan perkataan yang penuh muatan ayat suci.. ketika aku mengumandangkan adzan di masjid,ketika aku ikut kajian islam,ketika aku membawa selebaran yang membahas islam bukan berarti aku adalah seorang yang mumpuni dalam agama...tapi aku hanya ingin memposisikan diri ku berada dalam orang-orang yang nyaman dan serius dengan keislaman ku sendiri...

Aku ternyata juga bukan seorang tokoh yang sering di datangi dan di libatkan di masyarakat.. aku hanya bagian dari mereka yang berada dalam wadah yang berusaha peduli pada problematika masyarakat...tatkala melihat aku selalu berada di forum-forum tokoh masyarakat bukan berarti aku seorang tokoh tetapi aku ingin belajar kepada mereka...

Ketika aku di bilang orang sibuk.. Ternyata itu juga salah karena aku sendiri sedang mencari kesibukan...aku sendiri bingung dan penasaran bahkan terobsesi supaya menjadi orang yang sangat sibuk dan itu belum aku dapatkan....Aku juga bukan... manusia yang baik karena ukuran baik itu sendiri memiliki makna bias...

Tetapi aku hanyalah seseorang yang berusaha untuk menjadi baik dan belajar menjadi baik dengan standar sebagai hamba allah swt. insya allah....Aku juga selalu Tunduk,Tapi aku tunduk Bukan berarti aku takut, tapi aku sadar atas apa yang aku miliki adalah kuasa Tuhan,dan hingga tiba saatnya nanti Tuhan akan mengambilnya dariku,Aku juga menyadari dengan apa yang terjadi padaku,merupakaan karma dari sebab dan akibat perbuatanku sendiri selama di dunia ini......

Wong Cilik Ongklak Angklik

Wong cilik linggih dingklik, ongklak angklik.
Dingklike cilik yen di senggol njempalik.

Wuala..... dadi wong ki nek cilik nyandang ra patiyo apik, mangane sithik yen arep tanduk ndadak lirak lirik.

Yen salah sithik sing gede banjur mendelik, arep nandangi apa-apa mesti gendulak-gendulik.

Wong cilik - wong cilik nduwe duit sithik ya kepingin iwak pitik.

Nanging kabeh mau ndadekake kepenak, amargo ora nate KPK tilik.

Wis ya Yu, aku mulih disik aku lagi ninggal dang-dangan sega berase pulen, beras menthik.

Salam ya Yu kanggo pak Lik

Beginilah nasib-nasib wongcilik, uang yang menjamìn hidup setiap manusia yang dapat menciptakan segala angan-angan, mewujudkan segala impian, sumber segala bentuk kemaksiatan, dan sebaliknya adalah sumberkebaikan dan pahala bagi orang-orang yang ikhlas dan beriman, karna uang orang bisa kehilangan ingatan, tega mebunuh sesama, merampok,mencuri, bahkan semua pejabat, sampe pns kelas bawa pun suka Menlakukanya tanpa malu-malu, tapi ko kenapa gajinya mau dinaekan lagi ya, sementara disisi lain banyak rakyat yang menderita, kelaparan, padahal mereka juga bayar pajak. sungguh kacau negri ini. Ingatlah, harta kekayan, uang dan lain sebagainya, ga'akan dibawa mati, kecuali amal ibadah kita, yang ilakukan dengan jalan benar dan ikhlas. surga dan neraka tidak dapat dibeli dengan uang, seperti dinegri ini yang segalanya bisa di beli dengan uang,

Raden Bagus Lancing Kusumo Penyebar Islam Pertama di Bubulan

Banyak yang belum tahu sejarah penyebaran Islam di wilayah Kecamatan Bubulan dan wilayah Bojonegoro bagian selatan. Dari cerita lisan, Raden Bagus Lancing Kusumo adalah salah satu penyebar Islam di Bubulan.

Ketika itu di Kabupaten Bojonegoro mayoritas masih beragama Hindu. "Dahulu Raden Bagus Lancing Kusumo berasal dari Pajang Jawa Tengah, dikejar-kejar Belanda kerena beragama Islam," kata Watimo, juru kunci makam di Kecamatan Bubulan.

Penanggung jawab makam sekitar 10 tahun ini, menggantikan leluhurnya terdahulu secara turun temurun itu juga mengaku kalau lupa ia juru kunci yang keberapa.

Setelah dikejar-kejar Belanda, Raden Bagus Lancing melarikan diri ke Desa Clebung Kecamatan Bubulan, hingga ia meninggal dan dimakamkan. "Beliau pembawa ajaran Islam pertama di Clebung,"

Untuk mengenang jasa dan menjaga tradisi, setiap malam Jumat tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi dari daerah lain ikut berdoa di makam. Namun jumlah peziarah semakin banyak pada Jumat Pahing dalam penanggalan Jawa.

"Banyak masyarakat berdatangan termasuk dari Surabaya, Tuban, Kalimantan dan Sumatera. Rehap bangunan makam juga mendapat bantuan dari pengunjung asal Kalimantan,"
( Sumber Artikel : http://kimjatialam.blogspot.com/2014/05/raden-bagus-lancing-kusumo-penyebar.html )

Kue Pleret Masakan Langka Asal Bakalan Tlogorejo


Indonesia Memang kaya raya akan masakan tradisional,dan buktinya bisa kita lihat sendiri,Begitu banyak makanan tradisional berbagai rasa dan aroma,Khususnya di pulau jawa,Sangking banyaknya sehingga tak jarang orang  lupa akan nama masakan khas jawa,Lihatlah Gambar Di atas,Gambar di atas adalah gambar Kue Pleret,Masakan Jawa yang sudah sangat langka,Bahkan anda tidak akan pernah bisa menemukan jenis makanan Berupa kue Pleret ini,Kecuali anda mau berkunjung di Dukuh : Bakalan Desa: Tlogorejo Kec : Kepohbaru Kab: Bojonegoro, Jawa Timur,kue Pleret Sendiri bisa anda jumpai di Dukuh Bakalan pada saat perayaan KELEMAN ( Pada waktu tanam padi berumur 60 hari ) Kue pleret yang terbuat dari Tepung Beras,Gula Merah,Gula Pasir dan di beri pewarna sedikit ini sangat nikmat,Jika anda mencicipi Kue Pleret yang langka ini,maka lidah anda akan bergoyang seperti Jogednya Inul Daratista,hehehehehehehe....
Berani Mencoba...? Datanglah Ke Kampung Saya................

Ketika Matahari Di Atas Tlogorejo

Sebut aja Kang Paijo yang tampak kusut dan nelangsa. Ia membuka caping dan duduk leyeh-leyeh di bawah pohon singkong. Debu kemarau ditiup angin yang panas menerpa wajahnya yang cokelat kehitaman penuh keringat. Ia sedih menatap Bronjong yang nangkring di sepeda onthel warisan bapaknya. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Karena perkembangan zaman beronjong tidak lagi nagkring di atas sepedah Ontel.Banyak Penguna bronjong yang mengunakan sepedah Motor,Sedangkan Pak Paijo setiap hari dia berjualan sayur dengan onthel dan beronjongnya.Jelas Pak Paijo Kalah Cepat Dengan Pedagang Lainya...

Mata pak Paijo terpejam sebentar, lalu tersentak bangun. Terbayang kata-kata isterinya yang minta uang untuk nyumbang. Hajatan bulan ini memang banyak. Pakdhe Marijo dan Mbah Parto mau mantu sedangkan Lik Domo dan Lek Pardi mau menyunatkan anaknya, dan Yu Sawi kemarin melahirkan. Ada 5 orang punya hajat. Semua harus rewang dan nyumbang karena adat yang berlaku di kampung Kang Paijo ( Tlogorejo ) memang begitu. Aib jika tidak datang ke tempat orang punya hajat.

Nyumbang, tidak sekadar membawa uang. Tapi harus membawa gawan. Beras, tempe, jipang, kelapa, bihun, gula, teh bahkan kadang rokok 1 selop. Pak Paijo meraba-raba sakunya. Kempes.Pak Paijo bangun dan kembali menjajakan dagangannya. Di terik matahari musim kemarau yang panas itu, tubuh kurusnya terus mengayuh sepeda onthel memasuki gang-gang di Desa Tlogorejo.

Sayur...sayur...! Sayur...sayur...! Sayur... sayur...!Suaranya melengking-lengking menawarkan dagangannya yang masih banyak. Biasanya menjelang Asar banyak ibu-ibu yang membeli sayur. Tapi kali ini sepi. Pak Paijo tak henti-hentinya menawarkan dagangannya. Melengking-lengking dan parau. Lelah, peluh, dan haus memenuhi tubuh kurusnya. Tapi ia tak gentar. Setiap peluh yang menetes ia niatkan sebagai ibadah. Mencari nafkah untuk anak dan isterinya.

Beli bandeng, Pak...!Ada ibu-ibu melambai-lambaikan tangannya. Pak Paijo bersyukur. Ia menghentikan onthel-nya dan melayani dengan gembira.Pak Paijo tak henti-hentinya bersyukur. Terbayang isteri dan anak-anaknya di rumah yang rajin beribadah dan mendoakannya. Paijem, isterinya adalah wanita yang taat beragama. Dengan sukarela ia membantu menjaga dapur agar tetap berasap. Bekerja sebagai pemilah sampah di TPA sebelah barat kampung. Bau busuk menyengat tak dihiraukannya. Berpuluh-puluh tahun hidup sederhana dan serba pas-pasan dilaluinya dengan tabah.

Pagi ini Pak Paijo tidak berjualan. Sejak bangun pagi Pak Paijo hanya leyeh-leyeh di dipan teras rumahnya. Dulu Pak Paijo tidak mau menjadi buruh pabrik karena rawan terkena PHK, pemecatan. Dia memilih menjadi pedagang dengan alasan jika ditekuni akan sukses dan tak ada yang memerintah apalagi memecat dia. Kenyataannya tidak demikian. Sekarang Pak Paijo Hampir kehilangan pekerjaan. Karena kalah cepet dengan pedagang lainya. Memang di desa tlogorejo banyak penjual sayur dan keperluan dapur tidak mengunakan ontel,
Bu Paijem"Jangan terlalu dirisaukan Pak! Rezeki sudah ada yang mengatur.
Tabah dan tawakal saja!"ucap Bu Paijem sambil menghidangkan ubi rebus dan teh.
Iya, tapi kita kan harus tetap berusaha. Aku tak habis pikir,Zaman Maju Tapi Wong Cilik Selalu Susah,
Oalah Kang, kita itu rakyat kecil, wong cilik ongklak-angklik. Untuk apa mikir yang begitu. Lebih baik berpikir cari pekerjaan lain. Apa sampeyan ikut kerja di TPA saja. Daripada menganggur.
Aku ingin merantau saja. Kemarin Pakdhe Karso nawari kerja jadi buruh bangunan di Bojonegoro. Lumayan, sehari Rp 35.000,ucap Pak Paijo sambil menyeruput teh panas buatan isterinya.
Pak, jangan merantau.Di Bojonegoro Kota sana semua kan mahal. Uang Rp 35.000 tidak akan cukup. Di sana juga ramai. Pokoknya mangan ora mangan kumpul.
Kumpul tidak kumpul, yang penting bisa makan.
Terserah Bapak, Aku tetap tidak setuju.;Ucap bu Paijem"

Pak Paijo menarik nafas dalam-dalam, menahannya sebentar, lalu mengembuskannya lewat mulut.bahkan keluarjaga udara dari buntut, Terasa berat beban yang ditanggungnya kali ini. Sebagai lelaki, kepala rumah tangga, dia harus bisa menghidupi keluarganya. Bekerja, bekerja dan bekerja. Itulah yang ada di benak Pak Paijo

Pagi yang cerah.Pak Paijo bertekad bulat untuk berangkat ke Bojonegoro. Isteri dan anaknya meskipun dengan berat hati, akhirnya mengizinkan Pak Paijo. Sebelum berangkat,Pak Paijo berpesan pada anak isterinya agar senantiasa mendoakannya. Dipeluknya anak isterinya itu dengan erat.
Empat bulan telah berlalu.Pak Paijo belum juga memberi kabar.Bu Paijem menangis tiap hari. Ia ingin mengabarkan bahwa dirinya hamil. Tapi ke mana ia akan memberi kabar? Alamat suaminya saja tidak tahu. Pakdhe Karso yang dulu menawari kerja juga tidak tahu. Katanya dulu dititipkan temannya di Bojonegoro.

Tiap sore, ketika senja yang berwarna jingga menggantung di langit barat,bu Paijem berteriak-teriak memanggil-manggil nama suaminya.Apa yang terjadi pada Pak Paijo....Ikuti Cerita Berikutnya.
Bersambung................ 

Tukar Kaweruh Sesama Wong Cilik

Arti harfiahnya adalah orang kecil. Maksudnya ialah mereka yang kehidupan sosio ekonomis politisnya ditentukan pihak lain. Bisa juga ditafsirkan bahwa wong cilik adalah mereka yang tidak punya akses terhadap kekuasaan. Dalam dunia wayang, wong cilik adalah Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, para punakawan yang setia mendampingi para satria utama dalam usaha menegakkan keadilan dan kebenaran. Kita tahu, Semar adalah dewa mangejawantah (manifestasi dewa) yang hidup di bumi. Karena itu, jika para satria bersikap sembarangan terhadap Semar, mereka bisa kualat.

Dengan kata lain, bila para satria pangembating praja (aparat pemerintah, termasuk para birokrat) mengabaikan suara wong cilik, mereka pun akan mudah tersungkur. People’s power tak bisa diremehkan. Konsep kualat dalam masyarakat Jawa bisa jadi merupakan mekanisme kontrol agar mereka yang di atas tidak begitu saja melupakan kawulo yang di bawah.

Kenyataannya, di masyarakat kita wong cilik masih diperlakukan seperti cah cilik (anak kecil) padahal mereka dudu cah cilik (bukan anak kecil). Sebagai anak kecil tahunya diam, kalau masakan siap akan di panggil, kalau malam cuci kaki terus bobo, selesai. Artinya, wong cilik sebagai cah cilik kodrat politisnya harus diam.

Memang sih ada perkembangan yang lumayan sehubungan dengan perlakuan terhadap wong cilik akhir-akhir ini. Paling tidak kelihatan mereka makin berani menuntut hak dan mengadu kepada anggota dewan atau pejabat daerah, meski kita juga tahu bahwa hasilnya masih pada taraf “kami tampung”. Dengan demikian, wong cilik adalah mereka yang bila mengadukan nasib kepada satria pangembating praja diterima baik-baik dan dijawab : aspirasi kami tampung!

Selebihnya, wong cilik adalah mereka yang jika nyolong ayam jelas ditindak tegas demi tegaknya rule of law. Bukan cuma itu, wong cilik adalah juga para penyangga tegaknya piramida kekuasaan. Sebagai penyangga, posisinya di bawah, membungkuk, dan tak jarang pula penyok.

Kadang golongan menengah berpikir dengan sikap memihak terhadap wong cilik, nasib mereka mungkin akan terangkat. Tidak heran bila kemudian si wong cilik lalu jadi “komoditas internasional” dengan merek dagang “kemiskinan” atau “peningkatan kesehatan” yang akhirnya membuat para pedagang perantara hidup makmur tak kurang suatu apa.

Begitulah, wong cilik selalu tertinggal dari zaman ke zaman. Tapi mereka tetap tabah menunggu giliran. Mungkin ini lantaran mereka kelewat percaya kepada cakra manggilingan, yang menjanjikan bahwa hidup itu bak roda berputar dan bahwa wolak-waliking jaman (perubahan tatanan zaman) akan memungkinkan mereka naik dan yang di atas bisa ke bawah. Mungkin ada benarnya. Ataukah justru konsep cakra manggilingan itu sebenarnya merupakan ideologi kaum mapan untuk meninabobokan wong cilik agar mereka sabar terus di roda bagian bawah. Ideologi penindasan.

Metafora tentang wong cilik lalu menjadi khas, berkonotasi merendahkan dan mengejek. Saya masih ingat, di Jawa wong cilik itu diejek sebagai si cebol. Jika mereka menunjukkan punya ambisi, langsung saja ditekan dengan ucapan : o, si cebol nggayuh lintang (si cebol mau memetik bintang – sama dengan pepatah Indonesia si pungguk merindukan bulan). Suatu kemustahilan. Namun, bila si cebol tadi benar-benar mampu nggayuh lintang (bisa naik tangga sosial), segera mereka akan dicemooh : kere munggah bale yang arti harfiahnya si gembel masuk balai / rumah.

Kedua peribahasa ini bisa saja merupakan sejenis self mockery (wong cilik mentertawakan dirinya sendiri), tapi bisa juga ditafsirkan bahwa keduanya merupakan cermin dari sikap tidak rela kelas elit jika wong cilik ikut-ikut menikmati kursi kekuasaan dan duduk sederajat dengan mereka.

Welehhh Welehhhh Wong Cilik Kok Yo Di Akal Akalin Terus Sama Wong Gedeee.... Pancen Hasemmm...

Raden Adipati Hario Matahun I Setia Pada Mataram

Dalam buku sejarah Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 1740 Raden Tumenggung Hario Metahun I menerima tugas dari susuhunan untuk mengamankan Madura yang ingkar pada kekuasaaan Mataram. Satu pasukan yang di pimpimnya sendiri berangkat menuju Madura. Pasukan Madura telah membuat benteng di Gresik dan terjadilah pertempuran sengit. Pasukan Madura kalah dan pasukan yang tersisa melarikan diri balik ke Madura.

Namun sayang, Raden Tumenggung Hario Matahun I terperdaya oleh beberapa prajurit Madura yang menyamar hendak memberi upeti. Karena tiba-tiba saja prajurit-prajurit itu menyerang Raden Tumenggung Hario Matahun I gugur di bedolong, sadayu.

Bojonegoro (Rajekwesi) berada di bawah Kerajaan Mataram hingga periode ketika Adipati dijabat oleh Raden Tumenggung Hario Matahun III (1743-1755). Karena setalah ada perjanjian Gianti 1755, status Rajekwesi di tetapkan menjadi wilayah Kerajaan Yogyakarta.

Dari sejarah Matahoenan, Raden Tumenggung Hario Matahun I mempunyai empat istri yakni dari Pajinggang di Kartasura (istri pertama), nyai Mas anak kiai Mertawangsadi Padangan (istri kedua), Raden Ayu Lor Putra Raden Sumadirdja (istri ketiga), dan Raden Ayu Kedaton (istri keempat). Dia selalu di banggakan sejak Susushanan Surakarta.
( Sumber Artikel : http://kimhariometahun.blogspot.com/2014/02/adipati-hario-matahun-i-setia-pada.html )

Makam Keramat Surowijoyo Di Desa Ngraseh

Ada sebuah makam di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Diyakini oleh masyarakat Desa ngraseh sebagai makam salah satu Bupati Bojonegoro, yakni Adipati Surowiloyo, Dalam sejarah Bojonegoro, nama Adipati Surowiloyo memang tidak ada, tapi yang ada adalah Surowijoyo, yakni adipati yang memerentah 1705-1718.

Makam tersebut memamang bukan seperti makam-makam adipati lainya. Karena makam hanya berupa tiga gundukan batu bata. Menurut Mansur juru kunci makam, tiga makam tanpa nisan itu adalah makam Singoyudho, Haryomeloyo dan Surowiloyo. "Semua masih satu kelaurga. "katanya.

Untuk menuju ke lokasi tidak ada tanda pengumuman atau plakat apapun. Karena hanya ada dari jalan ke arah Sumberarum, ada gang kecil sekitar 100 meter dari masjid dan sekolahan Desa Ngraseh. Jalan samping makam adalah jalan kampung biasa. makam itupun tidak mencolok kelihatanya hanya bertumpukan batu bata menggunung.

Mansur mengatakan, kompleks makam adipati itu oleh warga di jadikan tempat perayaan sedekah bumi setiap tahunya, terutama dari warga Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, orang Ngraseh mengenal makam Adipati itu sebagai Punden Gedong dan jarang yang mendekati makam jika tidak ada keperluan. Sebab, pusara diyakini masih keramat.
( Sumber Artikel : http://kimhariometahun.blogspot.com/2014/02/makam-surowijoyo-di-ngraseh.html )

Wong Cilik Nyangkruk

Ada yang ngaku partainya wong cilik, tapi slogannya “bikin harga sembako murah” Lah, coba kita pake logika terbalik. Alat produksi kita yg terbesar kan ya petani to….????, ladang produksi terbesar ya sawah to..???

Karena memang kita ini negara agraris. Nah kalo harga sembako mau diturunkan, otomatis ( SOTOMANIS ) juga akan menurunkan harga jual dari produsennya to…???dan berarti juga mau bikin petani tambah kere to…??? Dan Soto Manisnya Siapa yang Makan Hayooooo.....???

Petani Indonesia selalu dihadapkan pada posisi yang serba memilih, memilih menjual hasil produksinya dengan harga “seadanya”/manut tengkulak, atau memilih mati kere atau mati malu (karena nggak punya duit untuk bayar utang pupuk, utang sewa sawah, utang traktor, dll) dengan tidak menjual hasil produksinya.

Kalo ngaku partainya wong cilik ya harusnya bisa bikin petani Indonesia punya “bargaining position” yang kuat untuk mengendalikan harga hasil produksinya dong. Kalau bisa begitu, nanti pasti tak contreng. Agar supaya hakekatnya daripada para petani bisa juga makmur, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, para pemuda desa betah untuk meneruskan “pekerjaan” orang tua mereka untuk jadi petani.

Coba lihat sekarang, mana ada anak petani yang mau jadi petani….???karena susah lihat orang tuanya susah. Kalo keadaan ini nggak segera di perhatikan, krisis pangan akan menjadi hal yang bukan tidak mungkin dalam 2 dasawarsa kedepan.

Podo Pora Pikiranmu Ro Pikiranku.......Hehehehehe Crewetttttttttttttt.....

Suara Rakyat ( Wong Cilik )


Suara Rakyat ( Wong Cilik )
Suara Rakyat katanya Suaranya yang harus didengar , Suara yang katanya pula Nyaring dan Membahana, benarkah seperti itu …??? atau hanya sekedar Suara angin yang sepoi-sepoi wush..wush …menyibakkan helaian rambut serta memaksa kelopak mata menutup berlahan , itu kali yang dimaksud Suara Rakyat atau mungkin saja itu Suara Rakyat palsu yang kerap menipu telinga Wong Cilik yang berkeliaran di gang – gang sempit nan kumuh.

Suara Rakyat harusnya Corong bagi Negara yang Maju dan Makmur , Suara Rakyat adalah Gema yang mendayu namun menusuk pikiran dan Hati untuk selalu menjalankan nurani hati yang bersih,bahkan terkadang Suara Rakyat itu ada ketika kita tidak membutuhkannya,

Bukanya tidak Ada ketika kita membutuhkannya… Apa harusnya memang seperti itu!

Renungan Wong Cilik

Renungan Wong Cilik
Ketika matahari semakin tinggi diatas kepalaku ternyata kehidupan untuk hari ini tidaklah semakin menggembirakan,ada sesak disana…

Mungkinkah karena rasa syukur itu telah pergi jauh hingga nuraniku pun semakin mengkerdil dan menyesatkan …

Ada sesat di sana …sesat yang mengkangkangi pikiran dan ketulusanku hingga menusuk ketulang belulang,tak ada lagi rasa pilu yang kurasakan hanya ada kehampaan yang tak jelas…

Apakah ini hanya wong cilik yang merasakan?? bukan karena strata saja namun kekerdilan jiwa adalah merupakan bagian dari wong cilik itu sendiri…

NB : UNTUK WONG BESAR TOLONG LIHAT WONG CILIK

Nurani Wong Cilik

Nurani Wong Cilik
Sejauh mana Engkau memandangku kini …
Apakah Engkau Tetap merasa bahwa Aku masih kecil di matamu…
Atau Engkau tidak merasakan sama sekali kehadiranku…
Hmmm… apa gunanya Aku ada,walau Aku hidup ditanah leluhurku sendiri
Atau ??? mungkin Engkau tetap merasa negara ini adalah rumahmu sendirian atau mungkin negara ini Warisan dari Mah loooo...…Atau mungkin.....??? Wes Sak Karepmu Lah........
Bukankah begitu tuan besar???no.no..no...no ..Bukankah begitu boss besar??
eeeh..kok salah terus!Bukankah begitu Juragan Besar…Eeeee ....mbuuuhlaaah … Karepmu.....gelap !

Wisata Air Waduk Pacal Bojonegoro

Wisata Waduk Pacal Bojonegoro. Objek Wisata Waduk Pacal yang terletak kurang lebih 35 Km dari arah selatan ibukota Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.adalah merupakan obyek wisata alam dan untuk menuju ke obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi (mobil / sepeda motor) atau dengan angkutan umum (colt atau bus) jurusan Bojonegoro-nganjuk kemudian turun di samping tiga waduk pascal dan menuju lokasi waduk dengan jalan kaki sejauh 2 Km. Waduk Pacal yang memiliki luas sekitar 3,878 kilometer persegi dengan kedalaman 25 meter, merupakan bangunan sarana pengairan peninggalan zaman belanda, yang dibangun pada tahun 1933 dengan manfaat multifungsi. Daya tarik wisata adalah kemegahan dan kekokohan bangunan peninggalan zaman belanda tahun 1933 dan hamparan air yang melimpah dengan panorama alam dan hutan jati yang mempesona.

Agenda wisata waduk pacal yang dilaksanakan secara rutin yaitu pada setiap Oktober bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Bojonegoro digelar acara ritual Larung Sengkolo dan Jamasan Waranggono Tayub guna penegasan Wisuda Waranggono Tayub. Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata adalah pesanggrahan (tempat menginap), arena memancing, perahu dayung, tempat jajanan dan kenyamanan. Pengembangan wisata waduk pascal diarahkan pada pengembangan fasilitas tranportasi, akomodasi, telekomunikasi yang memadai serta peningkatan fasilitas obyek wisata.Wisata Indonesia Surga Dunia.
(soccer)

Legenda Naga Prabiu Angling Darma


Salam Metafisika menembus dimensi ruang dan waktu ,,Siang itu, Team 9 penjuru mata angin melakukan petualangan ke sebuah tempat yang menjadi cagar budaya di desa mirigambar sumbergempol tulungagung, yaitu candi Angkling Darma Mmiri gambar. Sebenarnya ini dalam rangka mempersiapkan petualangan yang akan di laksanakan secara sakral pada malam harinya, namun ketika Team baru menapakkan kaki di pintu gerbang masuk candi, kami sudah di sapa dengan suasana dan atmosfir yang bukan berasal dari dunia yang sama . Pandangan metafisika master menterjemahkan ,bahwa siang itu telah duduk dua ekor binatang kesayangan raja anglingdharma ,berupa Naga raja dan seekor harimau. Apakah benar sosok Naga Raja dan Harimau yang muncul itu sesuai dengan sejarah yang tertulis ? Team 9 penjuru kroscheck dengan seorang juru kunci setempat bernama bapak SUyoto, lelaki 40 tahun itu menjelaskan rentetan sejarah yang pernah ada .

Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.
Anglingdarma sangat gemar berburu. Pada suatu hari ia menolong seorang gadis bernama Setyawati yang dikejar harimau. Setyawati lalu diantarkannya pulang ke rumah ayahnya, seorang pertapa bernama Resi Maniksutra. Tidak hanya itu, Anglingdarma juga melamar Setyawati sebagai istrinya.
Kakak Setyawati yang bernama Batikmadrim telah bersumpah barangsiapa ingin menikahi adiknya harus dapat mengalahkannya. Maka terjadilah pertandingan yang dimenangkan oleh Anglingdarma. Sejak saat itu, Setyawati menjadi permaisuri Anglingdarma sedangkan Batikmadrim diangkat sebagai patih di Kerajaan Malawapati.
Pada suatu hari ketika sedang berburu, Anglingdarma memergoki istri gurunya yang bernama Nagagini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar. Anglingdarma pun membunuh ular jantan sedangkan Nagagini pulang dalam keadaan terluka.
Nagagini kemudian menyusun laporan palsu kepada suaminya, yaitu Nagaraja supaya membalas dendam kepada Anglingdarma. Nagaraja pun menyusup ke dalam istana Malawapati dan menyaksikan Anglingdarma sedang membicarakan perselingkuhan Nagagini kepada Setyawati. Nagaraja pun sadar bahwa istrinya yang salah. Ia pun muncul dan meminta maaf kepada Anglingdarma.
Nagaraja mengaku ingin mencapai moksa. Ia kemudian mewariskan ilmu kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada Anglingdarma. Ilmu tersebut harus dijaga dengan baik dan penuh rahasia. Setelah mewariskan ilmu tersebut Nagaraja pun wafat.
Sejak mewarisi ilmu baru, Anglingdarma menjadi paham bahasa binatang. Pernah ia tertawa menyaksikan percakapan sepasang cicak. Hal itu membuat Setyawati tersinggung. Anglingdarma menolak berterus terang karena terlanjur berjanji akan merahasiakan Aji Gineng, membuat Setyawati bertambah marah. Setyawati pun memilih bunuh diri dalam api karena merasa dirinya tidak dihargai lagi. Anglingdarma berjanji lebih baik menemani Setyawati mati, daripada harus membocorkan rahsia ilmunya.
Ketika upacara pembakaran diri digelar, Anglingdarma sempat mendengar percakapan sepasang kambing. Dari percakapan itu Anglingdarma sadar kalau keputusannya menemani Setyawati mati adalah keputusan emosional yang justru merugikan rakyat banyak. Maka, ketika Setyawati terjun ke dalam kobaran api, Anglingdarma tidak menyertainya.
Jelaslah sudah penampakkan Harimau besar yang sering muncul di halaman candi mirigambar ,bisa dibenarkan adanya . Namun kemanakah Nagaraja ? apakah ia juga mendekam disana ? atau sudah pergi ?

Nagaraja,digambarkan sebagai sosok yang tenang dan tidak angkuh, seperti aura seputar candi mirigambar siang itu, sama sekali tidak menampakkan kesombongan dan nuansa mistis seperti kebanyakan tempat tempat peninggalan bersejarah kebanyakan. namun , apakah itu berarti candi Angkling darma mirigambar , adem adem saja  tidak ada aktivitas dari dunia lain ?
Nagaraja dan harimau anglingdharma, rupa rupanya bukan tanpa maksud dan tujuan berada disana, diyakini seorang yang tidak mau disebutkan namanya seorang spiritual dari kediri, bahwa di dekat candi tepatnya sebelah selatan di bawah tumpukan batu ada harta karun . Team mencoba untuk mendeteksi apakah ada getaran yang sama dari energy yang di maksud .

Permata berkilauan di mulut nagaraja adalah Harta karun tertimbun di candi mirigambar .Apakah anda tertarik ? Tidak sedikit orang yang mencoba hal demikian , namun apa yang terjadi ? selalu saja meninggalkan hasil yang di luar nalar .celaka, gila atau meninggal dengan cara yang tidak wajar. Jangankan mengambil harta karun dari mulut nagaraja , kejadian yang pernah ada di warga sekitar candi saat itu di ceritakan sang juru kunci adalah, pernah ada yang mencoba untuk mengambil salah satu relief di lokasi candi dan berniat untuk di jual , namun apa yang terjadi , hingga kini orang tersebut memiliki penyakit jiwa.

Lagi lagi Naga Raja yang misterius menyapa team 9 penjuru , lewat cerita cerita yang mengalir dari sang juru kunci, persis atmosfir yang terasa menyapa kami sejak pertama kali memasuki pelataran candi.
Ada sebuah terowongan berdiameter 2 meter berada di pojok timur selatan candi, terowongan tersebut bisa jadi adalah pintu masuk sang nagaraja saat itu. Namun sang juru kunci menjelaskan bahwa tepat di terowongan energy tersebut dulunya justru terpampang relief yang telah di pindah karena di pugar dengan alasan agar tidak ambrol.

Candi angling dharma dibangun pada masa pemerintahan Sri Wikrawardhana dari kerajaan majapahit dengan bahan baku batu-bata merah yang ukurannya besar. Candi mirigambar/angling dharma adalah satu-satunya candi yang berelief tentang cerita angling dharma. Demikian perjalanan spiritual 9 penjuru mata angin di area candi anglingdharma mirigambar,bersama nagaraja yang anggun dan bijak
SUKA DENGAN POSTINGAN KIM WONG CILIK DIATAS ?

Emas Hitam Di Bumi Angling Darma


Kim Wong Cilik | Bojonegoro- dikenal sebagai kabupaten minyak atau tanah beremas hitam. Julukan populer ini bukan tanpa alasan karena di bagian barat wilayah Bojonegoro terdapat blok Cepu. Areal ini menjadi sumber minyak bumi terbesar di Tanah Air. Ada tiga lokasi yang tercakup, Blora di Jawa Tengah, Tuban dan Bojonegoro di Jawa Timur. Wilayah terluas penambangan minyak Blok Cepu, ada di Bojonegoro.

Kilang-kilang Blok Cepu dipegang silih berganti mulai dari kontraktor kelas lokal maupun internasional. Mereka pun beruntung menjadi operator guna menguras minyak bumi Angling Darma, julukan bagi kabupaten Bojonegoro. Pada saat bersamaan, silih berganti pula warga setempat nimbrung mengais sisa-sisa sumur tua yang dilepas perusahaan  raksasa karena tak lagi punya nilai ekonomis dalam skala bisnis. Pengelola sumur bekas ini dikenal dengan sebutan penambang tradisional. Salah satu desa yang kondang dengan penambangan minyak tradisional adalah Hargo Mulyo. Tim Potret SCTV pun menyambangi desa ini guna melihat lebih dekat aktivitas warga penambang. Hampir sebagian penduduk di wilayah kecamatan

 Kedewan memang manggantungkan hidup dari emas hitam. Sisanya, konsisten menggeluti pekerjaan khas pedesaan di Pulau Jawa sebagai petani. Para pekerja penambang tradisional ini memiliki keahlian tambang lewat warisan orang tua atau kakek mereka yang umumnya juga  menjadi penambang di zamannya. Turun temurun pekerjaan ini mereka lakukan menjadi penambang minyak kelas sandal jepit dengan teknologi penyedotan yang amat sederhana. Tak mudah mengelola sumur tua peninggalan masa kolonial. Butuh waktu panjang dan biaya besar agar minyak mentah kembali menyembur. Sekali proses pengangkatan tanah, misalnya, perlu waktu berjam-jam dengan cara yang sepenuhnya jauh dari teknologi tinggi. Para penambang pun kerap mendatangi dan memperbaiki sumur tua. Namun, itu pun belum tentu mereka beruntung. Bisa saja minyak mentah atau dalam istilah setempat disebut lantung tak keluar meski digali sampai ratusan meter.

Lazimnya untuk mengoperasikan kembali, warga membentuk kelompok. Mereka bergotong royong mengeluarkan uang dan waktu. Setelah minyak keluar dan penjualan lancar, hasilnya pun dibagi rata. Seperti halnya yang dilakukan penambang Laman. Pengelola enam sumur ini sedang berupaya mengaktifkan kembali lubang yang mati suri sejak dua  tahun lalu. Untuk memperbaikinya, Ia membutuhkan dana seratus juta lebih. Itulah sebabnya Laman menggandeng investor dari luar desa. Jika dana sudah ditangan dan persiapan matang, mereka pun mulai mengebor. Warga Hargo Mulyo yang boleh dibilang sukses mengelola sumur tua adalah Kamito. Sumur yang Ia kelola adalah warisan sehingga menjadi semacam usaha keluarga turun temurun. Kandungan sumur Kamito cukup baik karena minyaknya tak banyak bercampur air. Dalam sehari, sumur ini bisa menghasilkan empat sampai lima belas drum. Untuk memperlancar pengeboran, Kamito mengoperasikan mesin dari truk tua yang dengan sentuhan sederhana berfungsi menarik kawat baja atau sling dan timba dari dalam sumur. Bahan bakar truk ini adalah solar, hasil dari sumur yang Kamito kelola. Tak setiap hari pekerja di sini menggali. Dalam sepekan, Kamito dan kawan-kawan hanya menambang tiga hari lantaran kapasitas produksi tak lagi melimpah seperti dulu.
Tlogorejo | Kepohbaru | Bojonegoro (liputan6.com)
 
Advertise
Advertise
Editing Template By: JokoRowo TlogoRejo Original template By: Creating Website
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. KIM Wong Cilik- All Rights Reserved